Review Novel Cabaca: Putri Botol

Judul: Putri Botol
Penulis: Aswi Malik
Genre: Fantasy, Romance
Jumlah bab: 5 (on going)

Blurb:

Setelah kematian ayah dan ibunya—Raja Hansel dan Ratu Gretel dari kerajaan Dewandalu—nasib malang Putri Esladivya berlanjut. Mulai dari gagal menikah, diusir penduduknya dari istananya, ditinggal pergi oleh kekasih. Hingga kemalangan terpanjang yang dialami adalah tubuhnya mengecil dan terkurung dalam sebuah botol kaca cembung selama dua puluh tahun. Selama itu, hatinya bersedih memikirkan rakyat dan keberadaan Kesatria Areen yang selalu membuatnya rindu.

Mungkinkah datang dua penyihir tangguh menolongnya, sebagaimana yang tertulis dalam ramalan kuno tentang putri penyembuh? Bagaimana cara Putri Esladivya keluar dari botol anti mantra? Siapa penyihir yang tega mengurungnya ke dalam botol dan menghanyutkan di sungai deras hingga terdampar ke Hutan Hidup? Mungkinkan Putri Esladivya akan bertemu lagi dengan Kesatria Areen dan mengapa justru Kesatria Areen meninggalkannya saat Putri Esladivya membutuhkannya? Apakah Putri Esladivya masih mempertahankan Kesatria Areen saat ada seseorang datang mencintainya?

Pengenalan Singkat

Putri Botol adalah sebuah cerita novel yang ditulis oleh Aswi Malik, dan mulai dipublikasi oleh aplikasi Cabaca pada 16 Mei 2018. Hingga tanggal 3 Agustus 2018, novel bergenre fantasy dan romance ini telah terbit sebanyak 5 bab, dengan 3 bab awal gratis dan 2 bab berbayar yang dapat dibeli dengan 20 kerang (alat tukar yang digunakan di aplikasi Cabaca).

Sebelum membaca, secara pribadi saya dipenuhi oleh balutan stereotip tentang cerita bergenre serupa. “Ah, pastilah kisahnya sama saja dengan cerita fantasy-romance yang lain”, adalah hal yang tebersit ketika membuka laman pertama dari novel Putri Botol. But then I realize, it’s not wrong at all to give it a try, dan saya ingin melihat sejauh mana bisa bertahan untuk membaca kisahnya hingga akhir.

Ringkasan Cerita

Menilik dari blurb singkat yang dijabarkan pada awal novel, Putri Botol mengisahkan cerita tentang seorang putri Kerajaan Dewandalu bernama Putri Esladivya, yang terjebak di dalam sebuah botol kaca setelah berbagai kemalangan menimpa kehidupan sang putri. Selain itu, ada pula sebuah ramalan kuno mengenai putri penyembuh, yang diduga akan mampu menolong Putri Esladivya untuk keluar dari botol yang mengurungnya.

Pemikiran Pribadi

Sebagai seorang reviewer, saya berkewajiban untuk menjabarkan berbagai hal, baik melalui kacamata umum maupun kacamata pribadi. Ada banyak hal positif dan negatif dari sebuah cerita, sebab tidak ada cerita yang betul-betul sempurna di dunia ini.

Menurut pandangan pribadi saya, poin yang menjadi highlight dan terlalu menarik perhatian  adalah bagaimana antara bab 1 dengan bab 2 dan seterusnya merupakan dua kisah yang sama sekali berbeda. Jika bab 1 penuh dengan kisah hidup Putri Esladivya, maka bab 2 adalah kisah tentang Esla, seorang anak yang lahir di keluarga penyihir dan bagaimana kisah lika-liku kehidupannya sebagai anak yang dianggap autis oleh teman-teman di sekolahnya karena memiliki kemampuan sebagai seorang penyihir.

Jadi saya menyimpulkan bahwa bab 1 adalah prolog, di mana kisah hidup Putri Esladivya dijabarkan. Sedangkan bab 2 dan seterusnya adalah kisah yang sesungguhnya, timeline dan plot sesungguhnya dari novel Putri Botol ini. Memang, ada beberapa penulis yang membuat cara penceritaan dengan bentuk seperti ini. Hanya saja, saya tidak menyangka bahwa kisah yang diceritakan malah tentang Esla dan kehidupannya.

Pada saat membaca blurb di awal, betapa saya berharap disajikan kisah mengenai Putri Esladivya sesuai dengan yang tertera, bagaimana perjuangannya untuk keluar dari botol kaca itu. Namun bab selanjutnya saya malah dicekoki dengan kisah yang lain sama sekali—tentunya tidak saya duga sebelumnya. Kendari demikian, saya bisa menebak bahwa kisah ini nantinya akan saling berhubungan dengan kisah Putri Esladivya. Just a sudden shock, and a dissatisfaction arises afterward.

Analisis

1. Latar yang digunakan pada novel ini adalah sebagai berikut.

Tempat:
Bab 1: Kerajaan Dewandalu, Hutan Hidup
Bab 2–4: Sleman-Yogyakarta
Bab 5: Di dalam bus sekolah, Sekolah Negeri Sihir Esellese

Waktu:
Bab 1: Pada saat Putri Esladivya terkurung di dalam botol
Bab 2: Malam hari pada saat Esla bermimpi buruk
Bab 3: Pagi hari pada saat Esla terbangun
Bab 4: Pagi hari pada saat sarapan dan Esla dijemput bus sekolah
Bab 5: Hari pertama bersekolah di Sekolah Negeri Sihir Esellese

Apakah latar ini telah memenuhi kriteria cerita bergenre fantasy? Menurut pandangan saya, ya, sudah cukup memenuhi. Sebab ada unreal place dan fantasy world component (seperti sekolah penyihir dan bus yang bisa menembus dunia sihir) yang dijabarkan, di mana tokoh-tokohnya berada dan mengalami berbagai peristiwa di dalamnya.

2. Karakter

Pengembangan karakter yang ditunjukkan sudah cukup baik, dalam artian tokoh utama menjabarkan setiap pemikiran dengan menyeluruh. Pengembangan karakter lain juga mulai tampak, melalui penjabaran tokoh Esla mengenai mereka. Sayangnya, karena novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama, hingga bab kelima, pengembangan perasaan karakter lain tidak terlihat sama sekali, karena semua perasaan yang muncul hanya perasaan Esla.

3. Plot

Seperti yang telah dijabarkan pada poin Pemikiran Pribadi, plot cerita pada bab awal (yang saya duga adalah sebuah prolog) berubah secara drastis menjadi kisah hidup Esla di bab kedua dan seterusnya, yang juga berbeda 180° dari blurb yang tersaji. Meskipun kesimpulan awal saya berujung pada “kedua plot yang saling berhubungan pada akhirnya”, rasanya agak sedikit mengagetkan. Mengutip dari Wikipedia, a blurb on a book can be any combination of quotes from the work, the author, the publisher, reviewers or fans, a summary of the plot, a biography of the author or simply claims about the importance of the work. Ketika sebuah blurb tersaji, tentulah pembaca ingin membaca apa yang ditulis di dalam blurb tersebut. Tentu saja, penulis mungkin memiliki pemikiran tersendiri mengenai blurb cerita, tetapi alangkah baiknya jika blurb juga mencakup keseluruhan plot, bukan hanya plot pada bab awal saja.

4. Pelajaran (Coda)

Hingga di bab 5, coda/pelajaran yang dapat dipetik ada cukup banyak, meski baru secuil pelajaran di sana dan sini. Tentu saja, jika novel sudah selesai, akan ada pelajaran utama yang merupakan intisari dari awal pemikiran penulis hingga mendorongnya untuk menulis kisah Putri Botol ini. Misalnya saja, pelajaran untuk tetap percaya diri meski begitu banyak orang yang meremehkan dan berkata jelek tentang pribadi diri sendiri (tercantum di bab 3), pelajaran untuk mempercayai dan menuruti pilihan orang tua karena mereka tahu betul apa yang terbaik bagi anak-anaknya (bab 4), dan masih banyak lagi

5. Majas

Ada beberapa majas yang muncul di dalam novel Putri Botol, termasuk majas personifikasi (matahari merangkak dari balik bukit), majas alegori (kesunyian acap kali tidak rela datang sendirian; ia sering menggandeng rasa rindu sebagai rekan), dan majas asosiasi (aku bagaikan seekor kupu-kupu yang terkurung dalam sangkar).

Kesimpulan

Akhir kata, cerita ini adalah sebuah cerita fantasy ringan yang melibatkan penyihir dan serta masalah intrik kerajaan di dalamnya. Bumbu romance di dalamnya belum banyak dimunculkan, tetapi saya yakin bahwa penulis akan menambahkan poin tersebut di sana-sini pada bab-bab mendatang. Bagi seorang penyuka genre fantasy bertema dunia sihir, saya cukup menikmati cerita yang tersaji. Meskipun ada poin-poin negatif seperti yang saya paparkan sebelumnya, secara keseluruhan cerita Putri Botol cukup menghibur dan novel ini sangat saya rekomendasi untuk dibaca pada waktu senggang.

Advertisements

From the Author : Leenahanwoo

authors_note

This blog will be used to post random shit posts: my fanfictions, orifictions, and many other things. Most of them may only shits, so don’t mind it.

Since I don’t regularly post things in this blog (while I have tons of work to do), I will only post random things in it whenever I have time to. Moreover, I’m now drowning into various things (although Super Junior & One Piece is still my top fandom), including animal life, author’s community and others projects I do with friends. So, if you don’t feel like to follow me because I spurt too many shits, you may click unfollow button.

Again, if you need to contact me, you can go through several account of mine.
Here is the link where you can contact me faster and easier.

Facebook  ||  Twitter  ||  Tumblr

You can also check other accounts which I use to post my orifictions & fanfictions.

FFN  ||  AO3  ||  Wattpad  ||  Cabaca ||  Storial  ||  Sweek